Ustadz, banyak pertanyaan kepada saya mengenai ucapan selamat natal.
Sya ingin mempublikasikannya di newsletter renungan islam yang saya
kelola. Mengingat audience-nya yang ammah & mgkn banyak interaksi
dengan umat Kristen, bisakah ustadz memberikan artikel tentang ini,
namun yang “enak dibaca” semua kalangan? Sebagian mereka mereferensikan
ke tulisan Dr. Quraish Shihab yang tendensi-nya membolehkan ucapan
selamat natal. Saya sendiri kurang sependapat.
Mohon dijawab secepatnya. Jazakallohu khairun katsiron
Otto
Jakarta
2002-12-25 13:11:00
Jawaban:
Islam mengakui keberadaan agama nasrani dan yahudi. Juga mengakui
kenabian Musa dan Isa sebagai utusan Allah. Bahkan Islam meyakini bahwa
kitab suci Taurat dan Inji adalah kitab suci yang Allah turunkan. Semua
itu merupakan bagian dari ruun iman dalam ajaran Islam. Syariat kedua
agama itu pun diakui Islam sebagai syariat dri Allah kepada manusia dan
sebagiannya menjadi bagian dari syariat Islam pula.
Namun sebaliknya, kedua agama itu tidak mengakui Islam sebagai agama.
Nabi Muhammmad SAW tidak diakui sebagai nabi utusan Allah. Al-Quran
juga tidak diakui sebagai kitab suci yang Allah turunkan. Dan syariat
Islam tidak diakui kedua pemeluk agama ini sebagai syariat yang Allah
turunkan.
Dalam masalah toleransi beragama, Islam adalah pelopor kerukunan antar
agama. Madinah sebagai kota percontohan negara Islam justru dihuni oelh
penduduk yang beragam yahudi dan juga nasrani. Bahkan Rasulullah SAW
hidup bercampur baur dengan mereka dan berdagang serta bertransaksi
bisnis juga.
Dalam masalah sosial, orang yahudi dan nasrani di Madinah mendapatkan
hak perlindungan sepenuhnya dari negara. Dan dalam sejarah Islam kita
bisa saksikan bagaimana para pelarian yahudi justru ditampung oleh
khilafah Bani Ustmani ketika para raja nasrani spanyol membantai habis
umat Islam dan Yahudi di semenanjung Iberia itu.
Bahkan ketika Islam mencapai puncak kejayaannya di masa abad
pertengahan, orang-orang nasrani mendapatkan kebebasan hidup di negeri
Islam, mereka bebas belajar, bekerja, mencari nakah dan mendapatkan
produk terbaru peradaban Islam. Oleh prajurit perang salib, aliran
peradaban itu mereka bawa ke bumi eropa. Sabun, lensa, ilmu kimia, ilmu
kedokteran, ilmu biologi, ilmu bumi dan beragam kekayaan peradaban
Islam dengan mudah dibawa ke eropa. Sehingga para sejarawan mengatakan
bahwa Eropa berhutang budi pada dunia Islam yang telah menjadi jembatan
kebudayaan peradaban mereka.
generated by hdn 9
Dalam kondisi seperti itu, perlu dipahami bahwa Islam memiliki keaslian
ajaran yang paling terjaga, baik dari bid‘ah, kemusyrikan ataupun
penyelewengan lainnya. Ketika para pemuka agama yahudi dan nasrani
sibuk berbeda pendapat tentang inti ajaran mereka, Umat Islam dengan
tenang menjalankan agamanya. Hal itu terjadi karena Islam memiliki Al-
Quran dan Sunnah yang bersifat abadi serta syariat Islam yang sangat
lengkap. Tidak ada kemungkinan umat Islam kehilangan identitas dan
jejak ajaran rasul-Nya.
Berbeda dengan kedua agama samawi sebelumnya yang dilanda krisis
kemurnian ajaran hingga pada masalah yang paling prinsipil. Seperti
yang dialami nasrani tentang ketuhanan Nabi Isa as. Bahkan para
sejarawan pun sepakat bahwa kelahirannya bukan tanggal 25 Desember.
Ensiklopedi besar dunia macam British atau American pun tidak
mencantumkan tanggal itu sebagai hari kelahiran Nabi Isa.
Sejak dari abad ke-4, umat Kristen telah mengambil gagasan yang ada
pada kepercayaan orang-orang kafir (penyembah berhala). Barangkali yang
paling penting dari ini semua adalah kepercayaan bahwa ada 3 Tuhan:
Bapa, Putra dan Roh Kudus (yang disebut Trinitas). Kepercayaan ini
adalah sama dengan kepercayaan yang ada pada kepercayaan-kepercayaan
sebelumnya seperti antara lain:
1. Hindu (Trinitas dalam Hindu): Brahma (Tuhan Pencipta), Wishnu
(Pemelihara), Shiwa (Perusak). Hindu modern mengambil Krishna, anak
Divachi, dara suci, sebagai reinkarnasi dari Wishnu. Krisna adalah juru
selamat, yang mati untuk menebus dosa-dosa dan harus menderita. Dia
disalib, mati dan kemudian dibangkitkan kemudian naik ke langit. Waktu
lahir, Krisna akan dibunuh oleh Kansa. Yesus akan dibunuh oleh raja
Herodes (Note: menurut penyelidikan akhir-akhir ini, Herodes itu
matinya 4 tahun sebelum Yesus lahir. Jadi kesamaan itu bukan bersifat
kebetulan, melainkan disengaja oleh penulis Injil).
2. Di Mesir: Ra (Dewa matahari), Osiris (Dewa kematian), Isis (Istri
Orisis, Dewa alam dan bunda Tuhan) dan Horus (anak Osiris dan Dewa
Cahaya). Di Mesir ada patung Horus dalam pelukan bunda Isis. Dalam
Gereja Katholik juga terdapat patung Yesus dalam pelukan Maria.=20
3. Babylonia: Baal (Dewa matahari), Samiramis (bunda suci) dan Nimrod
(anak Tuhan). Sebelum dibunuh, Baal dihina dan disiksa. Yesus juga
demikian Matius 27: 26;30-31).
4. Buddha: Gautama (Roh kudus), Maya (bunda suci) dan Buddha, anak
(yang ditiupkan ke Maya yang di isi dengan Roh kudus) dan juru selamat
yang mati dan dibangkitkan kembali.
5. Yunani/Romawi: Zeus/Jupiter (Raja Dewa), Artis/Diana (Dewa kelahiran)
dan Mithra (Dewa cahaya). Sarjana-sarjana theology Kristen percaya
bahwa penyembahan Isis dan Diana melebur kepada Maria a.s.
Dewa-dewa adalah penebus dosa. Yesus juga (I Timotius 2: 5-6). Dewadewa
tersebut inkarnasi dari Tuhan. Yesus juga demikian (Philipi 2: 6-
7).
Dewa-dewa penebus dosa mati dibunuh/disalib. Yesus juga demikian
(Matius, 27: 35-37).
generated by hdn 10
Pada abad ke-4, kapel-kapel dan gereja-gereja mulai dibangun di atas
Makam para syuhada dan gereja mengatakan bahwa mereka memiliki
kedudukan khusus untuk mendengar doa dan menyampaikannya pada Tuhan.
Setiap hari disepanjang tahun doa-doa ditujukan pada orang-orang suci
mereka (santa) atau para syuhada tersebut. Ajaran ini adalah
bertentangan langsung dengan Galatians 3: 20, yang berbunyi: “Tidaklah
diperlukan perantara apabila hanya satu yang terlibat; dan Tuhan adalah
Esa.” Dan Exodus 20: 5, yang berbunyi: “Janganlah tunduk (ruku‘) pada
berhala ataupun menyembahnya, karena Aku adalah Tuhan dan Tuhanmu
tidaklah memiliki sekutu.
Dan kita semua mengetahui bahwa kepercayaan seperti ini adalah
merupakan syirk besar (menyekutukan Allah) dan kufr pada derajat yang
paling tinggi.
Allah berfirman: “Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan:
“Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali
tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa…” (QS 5: 73)
“Al Masih putra Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya
Telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat
benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami
menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami),
kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan
ayat-ayat Kami itu).” (QS 5: 75)
“Katakanlah: ‘Mengapa kamu menyembah selain daripada Allah, sesuatu
yang tidak dapat memberi mudharat kepadamu dan tidak (pula) memberi
Manfa‘at?‘ Dan Allah-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS
5: 76)
“Katakanlah: ‘Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan
(melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah
kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya dan
mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari
jalan yang lurus.” (QS 5: 77)
Sebagian besar syiar yang digunakan dalam natal seperti sinterklas,
lilin, hari minggu, salju dan sejenisnya lebih merupakan rekaan
sepanjang zaman, termasuk patung Nabi Isa yang ditiaop negeri berbeda
bentuk mukanya.
Semua itu alhamdulillah tidak terjadi pada umat Islam. Meski ada
perbedaan mazhab fiqih, namun tidak sampai pada masalah yang berkaitan
dengan aqidah.
Jadi bila umat Islam tidak ikut merayakan natal bukan berarti tidak
hormat kepada pemeluk agama lain. Tapi silahkan selesaikan terlebih
dahulu perbedaan pendapat diantara pemeluk nasrani tentang hari
lahirnya dan tentang apa benar Nabi Isa itu tuhan, atau anak tuhan atau
siapakah dia?
Yang jelas Islam tidak menjadikannya Tuhan, tapi dia adalah Nabi yang
sangat dihormati dan dimuliakan oleh Al-Quran dan umat Islam. Ajaran
yang dibawanya (selama masih asli dan tidak terkena tangan-tangan kotor)
merupakan ajaran dari allah yang wajib kita hormati). Dan juga kitab
generated by hdn 11
sucinya, selama tidak dikotori oleh para pemalsunya, kita imani sebagai
kitab suci.
Namun sayang, umat nasrani sendiri yang telah berpecah belah dan
meruska kesucian agama mereka sendiri sera mengganti ajaran tauhid itu
dengan polytiesm dimana tuhan itu mnjadi tiga tetapi satu. Sebuah
logika yang mungin buat para filsouf mudah dipahami tapi tidak mudah
bagi masyarakat awam. Apakah ini berarti agama ini hanya buat para
filsuf, Wallahu a‘lam.
Jadi tidak mengucapkan selamat natal tidak berarti tidak hormat. Jusru
umat kristiani harus mengucapkan terima kasih telah diingatkan oleh
uamt Islam tentang kenyataan yang ada pada ajaran mereka diman telah
terjadi ketidak-jelasan sejarah dan kemungkinan pengkaburan ajaran Nabi
Isa dari aslinya.
Yang kedua, karena tanggal 25 Desember pun bukan hari lahirnya Nabi Isa,
paling tidak menurut pada sejarawan. Dalam Al-Quran pun disebutkan
bahwa saat itu pohon kurma sedang berbuah. Dan pohon kurma tidak pernah
berbuah di musim dingin seperti bulan Desember.
Wallahu a‘lam bis-shawab.
source : http://www.syariahonline.com
Filed under: Agama Islam







Wah menarik … ada juga saya punyatema diskusi nih ustadz… mangga mampir mohon jawabannya…
[...] lagi: Tanggal 25 Desember konon banyak kalangan Muslim mengklaim bukan hari lahir Yesus Kristus, lalu kenapa diperingati. Memperingati Maulid Nabi Muhammad saw di tempat saya bahkan tiap malam [...]